Sejak
kecil kita mendengar dongeng-dongeng indah seperti Cinderella, Putri Salju dan
sebagainya. Kita selalu beranggapan
bahwa sebagai cerita anak-anak pasti memiliki alur cerita yang berakhir
“Bahagia”. Namun pada kenyataannya salah besar. Dalam artikel ini terdapat 7
versi asli dari kisah-kisah itu yang dikumpulkan oleh Grimm Bersaudara pada
abad ke-19 yang ternyata memiliki jalan cerita
sangat mengerikan. Kebanyakan dari cerita itu sebenarnya adalah cerita
horor yang dibumbui dengan mutilasi, kanibalisme, hingga pelecehan seksual. Berikut
ini adalah versi asli 7 dongeng yang selama ini kamu kira indah, namun ternyata
brutal dan sangat mengerikan.
Rabu, 15 April 2015
Minggu, 29 Maret 2015
Yoghurt
DEFINISI
YOGHURT
Kata yoghurt berasal dari bahasa Turki yang artinya padat dan tebal.
Penelitian modern membuktikan yoghurt diteliti mengandung probiotik atau bakteri bermanfaat salah satunya Lactobacillus bulgaricus,
sehingga ada juga yang menduga bahwa yoghurt diciptakan pertama kali di
Bulgaria (Anonim, 2012).
Selasa, 17 Maret 2015
TUGAS B.INDONESIA 2 : AUTOBIOGRAFI
Nama saya Ariesty
Vandas Sari. Saya biasa dipanggil Ariesty, Resty, atau Risty. Banyak orang yang
mengatakan bahwa saya memiliki nama tengah yang unik, yaitu “Vandas”. Saya
lahir di Bekasi, tanggal 28 Maret di tahun 1994, pukul 3 sore. Saya lahir
ketika kandungan ibu saya baru memasuki usia 8 bulan masa kehamilannya.
Minggu, 21 Desember 2014
Mengapa Sebuah Karangan Ilmiah Harus Bersifat Objektif, Faktual, Empiris, SIstematis, Lugas dan Tuntas
Sebuah
karangan ilmiah harus bersifat objektif karena segala hal yang dikemukakan
didalam karangan ilmiah harus apa adanya, bukan hasil menggandakan dari pihak
lain. Bersifat Faktual karena apa yang kita buat di dalam karangan ilmiah harus
berdasarkan fakta yang kita dapat. Bersifat Empiris karena karangan ilmiah
harus memiliki kebenaran beradasarkan fakta yang diperoleh dari percobaan atau
uji coba. Bersifat Sistematis karena segala hal yang ada di dalam karangan
ilmiah harus tersusun secara berurutan. Bersifat Lugas karena pembuat karangan
ilmiah tidak perlu bertele-tele sehingga dapat menjelaskan secara langsung
kepada hal pokoknya. Bersifat Tuntas karena semua masalah harus disajikan
dengan penyelesaian mendalam dan selengkap-lengkapnya. Jadi disetiap karangan
ilmiah memang harus bersifat seperti itu agar memudahkan si pembaca mengerti
apa yang si pembuat tampilkan dalam karangan ilmiah tersebut.
Contoh Paragraf Eksposisi dan Persuasif
MENCEGAH
DEMAM BERDARAH DENGAN 3M
PARAGRAF
EKSPOSISI
Saat
ini sudah memasuki musim penghujan. Pasti akan banyak sekali jenis penyakit
yang dengan mudah berkembang dan menyebar di masyarakat. Salah satu penyakit
yang paling berbahaya adalah Demam Berdarah yang disebarkan oleh nyamuk Aides
Aigepty. Cara yang mudah untuk mencegah penyakit ini adalah dengan metode 3M.
Yang pertama adalah menguras bak mandi agar tidak dijadikan tempat
berkembangbiaknya nyamuk. Yang kedua adalah mengubur sampah-sampah yang
Senin, 17 November 2014
Ejaan Dalam Sebuah Bahasa
Apakah
Suatu Bahasa Perlu Memiliki Ejaan?
Ya, perlu. Karena
apabila di dalam suatu bahasa tidak memiliki ejaan, akan membuat bahasa
tersebut menjadi tidak komunikatif. Tidak
komunikatif disini dimaksudkan bahwa
kita akan kesulitan untuk membaca atau menuliskan sebuah bahasa jika
tidak adanya ejaan dalam sebuah bahasa. Didalam ejaan dalam suatu bahasa
terdapat penggambaran bunyi bahasa, tata
cara penulisannya, dan tanda baca sebagai penanda ujaran. Bunyi bahasa yang
terdapat pada ejaan merupakan masalah pelafalan yang keluar dari mulut kita,
misalnya saja bunyi yang pelafalannya hampir mirip yaitu f(ef) dan v(vi). Tata
cara penulisan di dalam ejaan juga sangat penting untuk menerjemahkan suatu
bahasa, misalnya dalam bunyi bahasa dikatakan “export”, tetapi dalam ejaannya yang sudah diterjemahkan dalam kata
serapan bahasa Indonesia menjadi “ekspor”. Tanda baca yang terdapat dalam ejaan
berfungsi untuk mengetahui ujaran-ujaran apa saja yang telah diucapkan dalam
sebuah bahasa.
Tujuan Perkuliahan Bahasa Indonesia
Materi
Perkuliahan Bahasa Indonesia :
1. Fungsi
Bahasa.
2. Ragam
Bahasa.
3. Ejaan.
4. Diksi.
5. Kalimat
Efektif.
6. Alinea.
7. Perencanaan
Penulisan Karangan Ilmiah.
8. Kerangka
Karangan.
9. Kutipan
dan Daftar Pustaka.
Langganan:
Postingan (Atom)