Indonesia
merupakan negara yang memiliki beraneka ragam kebudayaan. Kebudayaan tersebut
dimulai dari beradab atau bertingkah laku, hingga adat istiadatnya.
Dibandingkan dengan negara-negara lain,
Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat khas dan unik. Pada postingan ini
saya akan membahas contoh perbedaan kebudayaan yang dimiliki antara negara
Indonesia dengan China.
Tampilkan postingan dengan label IBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBD. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 Mei 2013
Senin, 06 Mei 2013
Perselisihan antara Ibu, Anak, dan Teman Dekat si Anak
ME vs MOM vs MY BEST FRIEND
Dalam kehidupan
sehari-hari sering sekali kita temui hal-hal yang menyangkut tentang masalah
konflik dan perselisihan. Terutama didalam keluarga. Pendapat atau argumentasi
seorang anak dan orang tua biasanya memiliki kecenderungan perbedaan yang cukup
signifikan terutama dalam pola pikirnya. Dibawah ini terdapat contoh kasus
tentang perselisihan antara Ibu dan anak serta teman dekat si anak.
Laila (16 tahun)
merupakan seorang sisiwi yang sekarang duduk si bangku sekolah menengah atas di
sebuah sekolah swasta. Sejak ia duduk dikelas 1 SMP, ia memiliki seorang teman
bernama Judit (17 tahun). Laila berpandangan bahwa Judit adalah seorang gadis
yang baik. Laila merasa sangat cocok berteman dengan Judit, karena memiliki
hampir kesamaan pada setiap karakternya. Hingga pada suatu hari Judit berencana
membawa Laila menginap beberapa hari di sekitar daerah bilangan Sentul Puncak
sekaligus
Senin, 11 Maret 2013
CONTOH "MANUSIA DAN KEBUDAYAAN" DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Manusia dan kebudayaan
merupakan hal yang memiliki keterkaitan sangat erat satu dengan lainnya.
Mengapa demikian ? dikarenakan apapun tindakan yang dilakukan oleh manusia akan
menghasilkan sebuah kebudayaan.
Di indonesia sendiri,
terdapat berbagai contoh adanya keterkaitan antara manusia dan kebudayaan dalam
kehidupan sehari-hari. Seperti halnya saja contoh konkritnya yaitu bergotong
royong. Gotong royong merupakan ciri khas dari kebudayaan Indonesia yang sampai
saat ini masih sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sejak zaman
leluhur. Dengan adanya gotong royong dapat membuat sesama manusia saling
meolong satu sama lainnya. Namun di zaman moderen seperti saat ini, bergotong
royong tampaknya sudah jarang kita temui di daerah perkotaan. Karena daerah perkotaan
cenderung dengan manusia –manusia yang menganut kebudayaan individual dengan
mengandalkan ego masing-masing.
Jumat, 08 Maret 2013
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
MANUSIA
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu”
dan “mens” yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang memiliki akal
dan budi perkerti. Definisi manusia dipandang dari segla segi dan aspek,
seperti halnya saja dalam ilmu sosiologi yang menganggpa bahwa manusia
merupakan makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri dan dalam ilmu filsafat yang
menjelaskan bahwa manusia merupakan makhluk yang berbudaya atau sering disebut
homo – humanus dan berbagai aspek ilmu lainnya.
Ada dua pandangan yang menjadi unsur-unsur
membangun pada manusia, yaitu :
A. Manusia itu terdiri dari 4 unsur yang saling
terkait :
- Jasad : memiliki bentuk, menempati ruang dan
waktu.
- Hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai
dengan gerak hal.
- Ruh : daya bekerja yang datang secara
sprititual dan diberikan oleh Tuhan.
- Nafs : kesadaran tetang diri sendiri.
TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR
PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu merupakan serangkaian pengetahuan atau
wawasan yang dibutuhkan oleh seluruh manusia untuk mencapai kehidupan yang
lebih baik. Kebudayaan adalah segala tindakan yang harus dibiasakan oleh
manusia dengan belajar, sedangkan budaya merupakan budi dan daya, yang berupa
cipta, karsa, dan rasa. Dari dua hal diatas pada dasarnya ilmu budaya dasar
berasal dari istilah bahsa inggris “The Humanities”. Istilah ini berasal dari
bahasa latin yaitu “humanius” yang diartikan yaitu manusia, berbudaya, dan
halus. Sehingga secara garis besar dapat diartikan sebagai ilmu yang
mempelajari tentang keterkaitan antara manusia dengan kebudayaan serta
pengkajian masalah-masalah manusia dan kebudayaannya.
Menurut Prof. Dr. Hasya Bachtiar, pengetahuan
budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang
bersifat manusiawi. Dengan kata lain, ilmu budaya dasar memiliki konsep-konsep
yang dikembangkan melalui wawasan, pemikiran, dan kepekaan dalam mengkaji
masalah antar manusia dan kebudayaannya.
Langganan:
Postingan (Atom)